Sebagaimana yang telah diketahui bersama, bahwa ada berbagai macam sistem pendidikan yang dapat dilakukan oleh para orangtua, salah satunya adalah homeschooling.

Homeschooling merupakan salah satu pendidikan alternatif bagi peserta didik, dan memiliki berbagai macam jenis pendidikan homeschooling menurut Permendikbud No.129 Tahun 2014, yaitu:

– Homeschooling/Sekolahrumah Tunggal, yaitu layanan pendidikan berbasis keluarga yang dilakukan oleh orangtuanya sendiri dan tidak bergabung dengan keluarga lain yang menerapkan sekolahrumah tunggal lainnya

– Homeschooling/Sekolahrumah Majemuk, yaitu layanan pendidikan berbasis lingkungan yang dilakukan oleh orangtua dari 2 atau lebih keluarga lain dengan melakukan 1 atau lebih kegiatan belajar bersama dan kegiatan pembelajaran inti tetap dilaksanakan dikeluarga.

– Homeschooling/Sekolahrumah Komunitas, yaitu kelompok belajar berbasis gabungan sekolahrumah majemuk yang menyelenggarakan pembelajaran bersama berdasarkan silabus, fasilitas belajar, waktu pembelajaran, dan bahan ajar yang disusun bersama oleh sekolahrumah majemuk bagi anak-anak meliputi olahraga, musik/seni, bahasa dan lainnya

Orangtua dan anak dapat memilih jenis pendidikan yang cocok bagi mereka, baik itu pendidikan formal maupun nonformal/informal.

Bagi mereka yang memilih cara pendidikan dengan nonformal/informal dengan cara homeschooling, tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan homeschooling adalah:
–  Homeschooling memiliki sistem pendidikan yang lebih fleksibel dalam hal waktu belajar, cara belajar, maupun apa yang dipelajari yang akan menyesuaikan dengan kondisi anaknya, sehingga anak bisa mengatur dirinya sendiri untk dapat memaksimalkan kemampuan akademik maupun non akademik yang menonjol dalam diri mereka, dan mampu berprestasi secara lebih maksimal

–  Homeschooling melatih kemandirian dan kreativitas yang lebih pada individu per anak dan tidak perlu bersaing secara kelompok sehingga mengganggu psikologi anak (Bagi orangtua yang terlalu menuntut prestasi rangking anak, akan membuat anak stress)

– Homeschooling akan menghindarkan anak dari kenakalan remaja akibat pergaulan yang buruk, karena orangtua dapat secara langsung mengawasi pergaulan anaknya

– Homeschooling akan mempersiapkan anak untuk terjun langsung dalam kehidupan yang nyata, tentu saja dengan arahan yang tepat dari orangtua maupun lembaga homeschooling. Karena dengan Homeschooling, anak memiliki banyak waktu untuk belajar, berkarya dan berprestasi termasuk hal-hal yang bersifat nonakademik seperti olahraga, seni, musik, dll

-Homeschooling dapat dilaksanakan bagi anak-anak yang memiliki sakit tertentu yang tidak bisa datang ke sekolah, anak yang memiliki gangguan tumbuh kembang sehingga dapat menyesuaikan kondisi anaknya, anak yang terlalu pintar/IQ super yang mengalami kebosanan di sekolah formal, ataupun atlit dan artis yang tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah secara rutin karena padatnya kegiatan mereka

Benarkah homeschooling memiliki banyak kelemahan?
– Bagi anak-anak yang melakukan homeschooling tunggal, kurang memiliki pergaulan yang luas, kurang bisa bersosialisasi karena banyak belajar di rumah? Hal ini dapat diantisipasi dengan cara memperluas pergaulan seperti memiliki komunitas lain misalnya olahraga, seni, dll

– Kurang melatih kedisiplinan seperti pada sekolah formal? Kedisiplinan dapat dilatih di dalam keluarga, bergantung dari lingkungan keluarganya. Bagi Homeschooling komunitas, hal ini bukanlah merupakan perbedaan dengan sekolah yang formal, karena pada Homeschooling komunitas juga terdapat kelas komunitas dengan waktu yang lebih disiplin.

Sistem pendidikan homechooling akan maksimal jika dilaksanakan sesuai dengan kondisi dan komitmen anaknya.

Agar anak mengalami keberhasilan dalam melakukan pendidikan homechooling, maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan, yaitu:

– Komitmen, kemauan dan tekad yang kuat dari pelaku homeschooling
– Memantapkan karakter disiplin dalam hal belajar maupun hal lainnya
– Bagi pelaku homeschooling tunggal, maka dibutuhkan ketersediaan waktu yang cukup bagi (orangtua) untuk mengerti cara yang tepat untuk mendidik anaknya, memberikan sumber belajar/materi ajar yang tepat, mengelola kegiatan yang maksimal sesuai potensi anaknya, memahami kriteria penilaian sesuai dengan standar peraturan yang berlaku.
– Ditegakkannya ketentuan hukum
– Melakukan program sosialisasi agar anak-anak memiliki pergaulan yang luas tetapi sehat di lingkungan masyarakat maupun teman sebaya
– Bagi orangtua yang kesulitan melakukan homeschooling tunggal, maka dapat mengambil langkah mengikuti homeschooling komunitas yang tentunya sudah diakui keberadaannya secara hukum.

(IC, 24 Agustus 2015)